kritik-seni

Kritik Seni

Kritik Seni – Kritik berasal dari bahasa Inggris yaitu critic atau critics. Kegiatan kritik seni merupakan salah satu aspek dari apresiasi yang berkaitan dengan kegiatan memberi ulasan suatu pameran atau karya seni. Termasuk di dalamnya berupa kecaman atau tanggapan yang disertai dengan pertimbangan dan argumen atas kelebihan serta kekurangan karya seni tersebut. Kritik seni yangdilontarkan harus disertai dengan teori yang relevan dengan persyaratan, prosedur dan metodologi yang dipakai dalam mengapresiasian sebuah karya seni. Tidak lupa, teori estetika yang berkaitan dengan ilmu lain, seperti sejarah dapat disajikan landasan kritikan tersebut.

Cara yang digunakan untuk memberikan kritikan pada sebuah seni

1. Pemaparan

Tahap ini meliputi menemukan, mencatat, atau menyebutkan segala sesuatu yang dilihat apa adanya dan belum mengambil kesimpulan.

2. Uraian

Tahap ini menelusuri sebuah karya seni berdasarkan struktur bentuk dengan mencoba merincinya dan memberikan penjelasan.

3. Penafsiran atau makna

Pada tahap ini, menafsirkan suatu karya seni dengan meliputi tema yang digarap dan memaknainya lewat masalah karya seni yang disajikan.

4. Penilaian

Tahap ini menentukan derajat suatu karya seni dan membandingkannya dengan karya seni yang lain namun sejenis.

Jenis Kritik Seni

1. Kritik Jurnalistik

Kritik yang berupa pemberitaan mengenai aneka peristiwa dunia. Hasil karya seni yang menggambarkan kejadian alam atau peristiwa penting. Biasanya, muncul di media cetak, media sosial, dan media televisi atau radio. Isinya berupa ulasan ringkas dan jelas, tetapi jarang sekali memiliki analisis yang sistematis (tidak beraturan).

2. Kritik Ilmiah

Kritik jenis ini disebut juga kritik akademik yang berkembang di Perguruan Tinggi seni. Kajian kritikan yang dibuat bersifat luas, mendalam, sistematis dengan landasan metodologi penelitian ilmiah.

3. Kritik Populer

Kritik populer lahir dari tulisan penulis seni yang tidak menuntut keahlian kritis, walaupun dapat saja kritik mereka sama berkualitasnya dengan kajian kritikus profesional. Kritikus jenis ini berkembang di seluruh dunia.

4. Kritik Pendadogik

Kritik ini biasanya berlangsung di dalam dunia pendidikan, terutama pada proses pembelajaran. Ketika seorang guru berperan sebagai kritikus terhadap karya para siswanya, guru memiliki tujuan agar bakat dan potensial siswa dapat dikenali dan dikembangkan. Peran guru layaknya sebagai kritukus yang memotivasi para siswanya.

Tokoh krtitikus Seni Indonesia yang dianggap berwibawa dan objektif adalah :

  1. Trisno Sumarjo
  2. Popo Iskandar
  3. Sanento Yuliman
  4. Agus Dermawan T
  5. Jim supangat
  6. Mamannoor

Related Posts

Tinggalkan Komentar / Pertanyaan