Tari Reog Ponorogo

Seni Budaya: Tari Reog Ponorogo

Zhw Art – Reog Ponorogo sesuai namanya adalah seni budaya yang berasal dari Kota Ponorogo, Jawa Timur. Reog adalah  sebuah topeng / dadak Merak (sebutan jawa) yang berbentuk macan dan burung merak. Reog berasal dari kata “Reyat-Reyot” karena Reog ini dibuat dari bambu dan rotan yang mudah dimainkan, dilengkungkan, meliak-liuk dan tidak mudah patah. Reog ini memiliki 2 bagian dalam pembuatannya, bagian kepala yang terdiri dari kulit macan asli dan rambut yang berasal dari buntut sapi asli yang sudah dikeringkan. Bagian diatas kepala memiliki bulu burung merak asli yang terdiri dari 2.500 s/d 3.000 lembar.

Asal usul Reog Ponorogo memiliki 2 versi, yaitu:

Sudut pandang kebudayaan

bermula dari kisah seorang Prabu Kelana Sewandana mencari gadis pujaannya, ditemani prajurit berkuda dan patihnya yang setia, Pujangganong. Ketika pilihan sang prabu jatuh pada putri Kediri, Dewi Sanggalangit. Sang dewi memberi syarat bahwa ia akan menerima cintanya apabila sang prabu bersedia menciptakan sebuah kesenian baru yang belum pernah ada di dunia. Dan pada saat ditengah perjalanan Prabu Kelana Sewandana bertemu dengan Singabarong yang membawa merak diatas kepalanya, lalu Dewi berfikir ingin memiliki kesenian yang seperti itu.

Sudut pandang politik

Bermula dari kisah Demang Ki Ageng Kutu Suryonggalan yang ingin menyindir Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V. Sang Prabu pada waktu itu sering tidak memenuhi kewajibannya karena terlalu dipengaruhi dan dikendalikan oleh sang permaisuri. Oleh karena itu dibuatlah barongan yang terbuat dari kulit macan gembong (harimau Jawa) yang ditunggangi burung merak. Sang prabu dilambangkan sebagai harimau sedangkan merak yang menungganginya melambangkan sang permaisuri. Selain itu agar sindirannya tersebut aman, Ki Ageng melindunginya dengan pasukan terlatih yang diperkuat dengan jajaran para warok yang sakti mandraguna. Di masa kekuasaan Adipati Batorokatong yang memerintah Ponorogo sekitar 500 tahun lalu, reog mulai berkembang menjadi kesenian rakyat. Pendamping Adipati yang bernama Ki Ageng Mirah menggunakan reog untuk mengembangkan kekuasaannya.

Dalam pertunjukannya, seni Reog terdiri dari tokoh-tokoh :

  • Warok, berasal dari kata wewarah yang artinya orang yang mempunyai tekad suci, memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih.
  • Jathil, prajurit berkuda yang memiliki ketangkasan
  • Klono Sewandono, seorang raja yang sakti mandraguna yang memiliki pusaka berupa cemeti.
  • Bujang Ganong, atau yang biasa disebut juga pujangga Anom adalah tokoh yang cerdik dan lucu.
  • Dadak Merak / Barongan, sebagai maskot atau yang biasa disebut Reog dan ditampilkan di akhir penampilan.

Gerakan yang dilakukan Pemain Reog juga memiliki arti tersendiri, seperti :

  • Gerakan merayap/ merangkak, artinya manusia berasal dari tanah atau segala sesuatu yang dilakukan manusia semua berawal dari bawah menuju ke atas.
  • Gerakan menunduk, artinya bahwa semua makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa harus senantiasa menundukkan kepala terhadap Sang Khalik.
  • Gerakan duduk/ bersimpuh, artinya setiap manusia yang ingin melakukan sesuatu baiknya diawali dengan berdoa dengan bersimpuh kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Gerakan adu kepala, artinya setiap manusia memiliki kewajiban dan hak untuk bertukar fikiran terhadap sesama.
  • Gerakan melompat-lompat, artinya menandakan bahwa bumi itu tidak rata (roda kehidupan berputar) dan manusia harus memiliki pemikiran positif demi kelangsungan hidup.

Dalam pembuatannya, seorang pengrajin diharuskan mengikuti ritual yang dianjurkan seperti membuat tumpeng dan sajenan. Karena masih sangat kental dengan unsur kejawen yang dimiliki. 1 unit pembuatan Reog Ponorogo ini dapat menghabiskan 2 s/d 1 bulan lamanya. Harga 1 unit dadak Merak/ Reog ini sekitar Rp25jt.

Kesenian Reog ini juga mulai dipentaskan dan ditampilkan dalam beberapa acara Kebudayaan maupun dalam acara pribadi seperti Khitanan dan Pernikahan.

Nah, bagi kalian yang tertarik dan ingin melestarikan Seni Budaya Indonesia Reog Ponorogo ini dapat kita  pelajari seutuhnya di Yayasan Reog Ponorogo, Jl. Pramuka No 19, Gedung Padepokan Reog Ponorogo, Jawa Timur. Ada pula tempat pembuatan dadak Merak/ Reog yang dapat kita jumpai di Slahung, Jetis di Kawasan Ponorogo, Jawa Timur.

Related Posts

Tinggalkan Komentar / Pertanyaan