Persekutuan Komanditer

Pengertian Tentang Persekutuan Komanditer CV

Zhw Art – CV (Persekutuan Komanditer) dapat diartikan secara bebas sebagai bentuk usaha yang didirikan satu orang atau lebih (sekutu pasif) dengan mempercayakan uang / barang sebagai modal kepada satu / beberapa orang lainnya yang dipercaya untuk menjalankan usaha dan bertindak selaku pemimpin (sekutu aktif). Bentuk usaha berupa CV jamak digunakan oleh pengusaha kecil dan menengah (UKM).

Sejauh yang penulis ketahui, hingga saat ini belum ada dasar hukum yang menjelaskan mengenai definisi resmi mengenai CV, yang terakhir adalah Rancangan Undang- Undang Usaha Perseorangan dan Badan Usaha Bukan Badan Hukum yang sempat dibahas di tahun 2013 namun sayangnya tidak masuk didalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2015- 2019. Didalam Pasal 1 angka 5 RUU tersebut diatur juga mengenai CV sebagai badan usaha bukan badan hukum yang mempunyai satu atau lebih sekutu komplementer dan sekutu komanditer.

Sehingga rujukan mengenai CV dikembalikan kepada Kitab Undang- Undang Hukum Dagang (KUHD). Didalam Pasal 19 Ayat (1) KUHD disebutkan bahwa:

CV adalah persekutuan dengan cara melepas uang (inbreng) yang dinamakan persekutuan komanditer, didirikan antara satu orang atau beberapa sekutu yang tanggung menanggung bertanggung jawab seluruhnya kepada pihak satu, dan satu orang atau lebih sebagai pelepas uang pada pihak lain.

Dalam menjalankan usahanya, keleluasaan mengumpulkan modal bagi CV tidak seperti PT (Perseroan Terbatas), hal ini dikarenakan modal yang bersumber dari pihak lain diluar pihak- pihak yang dinyatakan didalam Akta Pendirian tidak bisa dimasukkan kedalam modal dasar, modal ditempatkan atau modal disetor. Besaran modal sebuah CV pun tergantung modal yang disetor oleh sekutu pasif (komplementer). Sehingga jika diperlukan tambahan modal maka alternatifnya adalah pendanaan sumber modal melalui hutang pihak ketiga. Sebagai badan usaha bukan badan hukum, semua aset yang dimiliki sebuah CV tidak berdiri sendiri, melainkan melekat kepada kekayaan pendirinya sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Sehingga dalam hal CV menanggung kerugian atau hutang maka pelunasannya dapat dibebankan kepada pihak pendiri, dalam hal ini sekutu aktif (komanditer) yang memiliki tanggung jawab penuh.

Mengenai status kepemilikan, CV bersifat kaku, tidak bisa diperjualbelikan seperti halnya PT, hal ini berdampak pada usia operasional sebuah CV yang bergantung pada usia dan kinerja para pendirinya. Meski demikian, secara administratif CV lebih sederhana dalam proses pendirian dan pengurusan operasionalnya dibandingkan dengan PT, dan juga modal awal pendirian lebih kecil dibanding PT, tergantung skala usaha yang dipilih (kecil, menengah, atau besar) yang dicantumkan didalam Surat Ijin Pendirian Usaha (SIUP) yang diajukan. Inilah yang menjadikan CV lebih diminati sebagai badan usaha khususnya oleh pelaku UKM.

Related Posts

Tinggalkan Komentar / Pertanyaan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.