cinta dan manfaatnya bagi kesehatan

Cinta dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Zhw Art – Apa itu cinta? Bagaimana terjadinya cinta? Apa fungsinya menurut kesehatan?

Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Menurut Erich Fromm dalam bukunya yang berjudul The Art of Loving, menyatakan bahwa ada 4 gejala yang dialami seseorang saat jatuh cinta, diantaranya adalah Care, Respect, Knowledge, dan Responsibility.

Pengekspresian seseorang dalam cinta berbeda-beda. Cinta dapat termasuk kepada jiwa atau pikiran, cinta terhadap orang lain, cinta kepada alam, cinta kepada uang, cinta dalam belajar, cinta kekuasaan atau cinta ketenaran. Karena cinta bersifat abstrak dan lebih mudah dialami daripada dijelaskan.

Bagaimana Terjadinya Cinta?

Berikut ini adalah 9 di antaranya hal menarik yang terjadi pada tubuh saat sedang jatuh cinta.

Kerja otak lebih menguat

Jatuh cinta merupakan proses yang bisa mengaktifkan 12 titik saraf yang ada di otak. Jadi, menurut Journal of Sexual Medicine, seseorang bisa langsung mengetahui bahwa dirinya sedang mengalami jatuh cinta setelah 1/5 detik bertemu dengan si wanita atau pria incaran.

Detak Jantung melemah

Dengan jatuh cinta setiap hari pada pasangan Anda, resiko terkena penyakit jantung akan berkurang secara perlahan. Hal ini terjadi karena jatuh cinta mempengaruhi produksi hormon dalam tubuh, yang akhirnya mempengaruhi kerja jantung dan peredaran darah jadi lebih ringan.

Sulit tidur

Dilansir dari Journal of Adolescent Health, sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang sedang jatuh cinta akan cenderung mengalami insomnia. Hal ini dikarenakan otak yang terus-menerus memaksa bekerja memikirkan si pria atau wanita incaran.

Jadi lebih tahan sakit

Stanford University School of Medicine pernah melakukan sebuah penelitian tentang emosi manusia, yang menunjukkan hasil bahwa seseorang yang sedang jatuh cinta akan jadi lebih tahan rasa sakit. Jatuh cinta akan mengaktifkan reseptor otak untuk melepaskan semacam obat alami penghilang rasa sakit.

Jadi Pelupa

Saat sedang jatuh cinta, otak Anda akan melepaskan hormon oksitosin dalam jumlah banyak. Ini akan membuat kerja memori Anda jadi melamban. Itulah mengapa orang yang sedang jatuh cinta jadi sering bengong dan melamun.

Jadi Cemburuan

Seseorang yang sudah betul-betul jatuh cinta pada pasangannya bisa jadi posesif. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Florida State University, perasaan cinta yang dirasakan bisa membuat seseorang jadi ingin melindungi dan selalu dekat dengan pasangannya. Akibatnya, rasa cemburu pun jadi tak terhindarkan.

Lidah akan lebih mudah merasakan manis

Dilansir dari sebuah studi yang diadakan oleh American Psychological Association, orang-orang yang sedang mengalami perasaan cinta yang meledak-ledak cenderung akan merasakan rasa manis yang dominan pada tiap makanan yang dikonsumsi.

Nada suara jadi lebih tinggi

Sebagai reaksi dari jatuh cinta, wanita akan berbicara dengan nada yang lebih tinggi pada pria yang mereka suka/cinta. Hasil studi dari Journal of Evolutionary Psychology telah membuktikan hal ini.

Tulang menjadi lebih kuat

Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa perasaan bahagia yang secara konstan dirasakan orang saat jatuh cinta, bisa membuat tulang mereka lebih kuat tanpa perlu mengonsumsi suplemen kalsium.

 

Manfaat Cinta dalam Kesehatan

Menyehatkan jantung

Mungkin ini sebabnya, mengapa cinta sering digambarkan dalam bentuk mirip jantung dan kita menyebut orang yang kita cintai dengan istilah ‘jantung hatiku’.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Pittsburgh menemukan, wanita yang berbahagia dalam kehidupan pernikahannya memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) dibanding yang merana di dalam kehidupan pernikahannya.

Para ahli percaya, ini ada kaitannya dengan tingkat stres. Seperti yang sudah Anda tahu, stres dapat menaikkan tekanan darah dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Penelitian lain di Amerika Serikat menyebutkan, mereka yag bahagia dengan pasangannya, tiga kali lebih mungkin selamat dalam operasi bedah jantung.

Para peneliti juga menemukan, tingkat Kolesterol orang yang bahagia karena cinta lebih rendah daripada yang tidak punya atau tidak bahagia dengan percintaannya.

Meningkatkan kesehatan mental

Ingin mencegah perasaan kesepian? Jatuh cintalah. Penelitian di Selandia Baru menunjukkan, bahwa orang-orang yang memiliki hubungan jangka panjang lebih dari lima tahun dengan orang yang mereka cintai, memiliki risiko lebih rendah mengalami depresi.

Para ahli percaya bahwa perasaan ditemani dan terkoneksi dengan orang lain dapat membantu menangkal perasaan kesepian dan terisolasi yang menjadi salah satu penyebab depresi.

Menurunkan tekanan darah

Pelukan yang lama dengan pasangan Anda diikuti dengan pembicaraan mesra selama 10 menit sudah terbukti dapat menurunkan tingkat tekanan darah.

Ditambah lagi, memperbanyak produksi hormon oksitosin atau hormon yang membuat Anda merasa nyaman dan santai, demikian menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat.

Bikin awet muda

Cinta dan seks dapat membuat penampilan Anda terlihat lebih muda. Penelitian di Skotlandia menunjukkan, bahwa wanita yang berhubungan seks empat kali atau lebih dalam seminggu dengan pasangannya, terlihat 10 tahun lebih muda dari usia mereka yang sebenarnya.

Seks dan cinta tidak hanya memiliki manfaat fisik dan emosional yang menakjubkan, tapi juga mampu menstimulasi berbagai hormon yang membuat Anda terlihat ceria dan bahagia.

Membantu memerangi kanker ovarium

Penelitian telah menunjukkan, bahwa pasien kanker ovarium yang memiliki hubungan yang dekat dan memuaskan dengan orang lain memiliki aktivitas sel sehat yang lebih kuat di lokasi tumor, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki ikatan sosial apapun.

Related Posts

One thought on “Cinta dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Tinggalkan Komentar / Pertanyaan